MAKALAH
SEJARAH
ANATOMI, ANATOMI UMUM DAN
OSTEOLOGI
UMUM
Disusun
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Anatomi
Dosen
Pengampu : XXXX XXXXX XXXXX

Disusun
oleh :
Nama
: Luthfie Octa Dwi Imani
NIM :
D0209249
PENDIDIKAN
OLAH RAGA DAN KESEHATAN
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
TUNAS PEMBANGUNAN
SURAKARTA
KATA
PENGANTAR
Atas ridho Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penulis telah
dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Sejarah Anatomi, Anatomi Umum,
dan Esteologi Umum’’.
Dalam memperlancar penyusunan makalah ini, penulis telah banyak memperoleh
bantuan, bimbingan dari beberapa pihak Untuk itu penulis perlu menyampaikan
terima kasih kepada yang terhormat :
1.
Bapak XXXX XXXX XX,
selaku Dosen Pengajar Mata Kuliah Anatomi yang membimbing penyusunan ma
kalah ini dengan benar.
2.
Pihak-pihak
yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu
penulis sampai tersusunnya makalah ini dengan benar.
Penulis menyadari bahwa laporan ini banyak kekurangan dan kesalahan oleh
karena itu demi sempurnanya, saran dan kritik sangat diharapkan.
Akhirnya penulis hanya bisa berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi penulis dan pembaca pada umumnya.
Surakarta,20 Januari 2011
Penulis
|
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................................... i
KATA PENGANTAR.................................................................................. ii
DATAR ISI................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang....................................................................... 1
B.
Rumusan
Maslah.................................................................... 1
C.
Metode
Penulisan.................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Sejarah
Anatomi.................................................................... 3
B.
Anatomi
Umum..................................................................... 7
C.
Esteologi
Umum.................................................................... 10
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan............................................................................ 12
B.
Saran...................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 13
|
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Ilmu anatomi
berjaya pada abad ke-17 dan 18. Dengan hadirnya perusahaan pencetakan,
pertukaran ide dan pendapat dapat dengan mudahnya dilakukan di seluruh Eropa. Sejak ilmu anatomi berkonsentrasi pada penelitian dan
penggambaran, ketenaran ahli anatomi pasti sebanding dengan mutu kemampuan
menggambarnya, daripada kemampuan bahasa
Latin.
Banyak seniman
ternama yang turut mempelajari anatomi, melakukan pembedahan, dan menerbitkan
gambarnya untuk uang, dari Michaelangelo hingga Rembrandt. Untuk pertama kalinya, universitas terkemuka membuka jurusan anatomi melalui penggambaran.
Namun, hambatan kadang kali datang dari kalangan gereja.
Banyak masyarakat
Eropa, yang tertarik akan ilmu anatomi, menuntut ilmu ke Italia sebagai pusat pendidikan ilmu anatomi. Hanya di Italia
beberapa penelitian penting dilakukan seperti pembedahan pada tubuh wanita.
Penelitian anatomi
pada ratusan tahun lalu banyak membantu perkembangan pemahaman pada ilmu-ilmu
baru seperti biologi molekuler. Berbagai perkembangan juga terjadi pada alat-alat
canggih untuk memahami tubuh manusia (terutama tubuh hidup), yakni melalui alat
MRI dan pemindaian CAT.
B.
Perumusan Masalah
Dari latar belakang
di atas maka dapat diambil perumusan masalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana
sejarah perkembangan anatomi?
2.
Apa
saja istilah-istilah anatomi secara umum?
3.
Apa
yang dimaksud dengan osteologi umum?
C.
Metode Penulisan
Metode yang digunakan penulis dalam pembuatan
makalah ini yaitu dengan cara mencari data yang ada di internet.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
SEJARAH ANATOMI
Sejarah anatomi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari kronologi masalah anatomi mulai dari kejadian pemeriksaan kurban
persembahan pada masa purba hingga analisa rumit akan bagian-bagian tubuh oleh
para ilmuwan
modern. Dalam perkembangannya, manusia kian memahami fungsi-fungsi dan struktur
tubuh melalui ilmu anatomi.
Metode pemeriksaan selalu berkembang, dari pemeriksaan tubuh hewan,
pembedahan mayat,
sampai ke teknik-teknik kompleks yang dikembangkan pada satu abad terakhir.
1.
Anatomi Kuno
Masa
ini dimulai setidaknya pada permulaan tahun 1600 SM, saat dikeluarkannya papirus
ilmu anatomi
oleh ilmuwan peradaban Mesir kuno. Pada saat itu telah dapat dikenali
beberapa organ dan pengetahuan dasar akan pembuluh
darah.
Hippokrates
adalah ilmuwan kedokteran Yunani kuno yang karyanya masih diakui hingga
sekarang. Ia adalah seorang dokter pada akhir abad ke-6 SM atau awal abad ke-5 SM.
Hippokrates telah dapat memahami ilmu dasar mengenai sistem rangka
dan otot,
dan awal pemahaman lebih dalam akan kerja organ seperti ginjal. Namun,
banyak karya lainnya yang didasarkan pada spekulasi bukan pada penelitian
keilmuan.
Pada
abad ke-4 SM, Aristoteles memulai penelitian yang lebih baik
mengenai sistem tubuh melalui pembedahan tubuh hewan. Ia berhasil membedakan pembuluh
balik (vena) dengan pembuluh nadi
(arteri) dan hubungan organ-organ yang lebih akurat.
Penggunaan
tubuh mati manusia
atau mayat
untuk penelitian ilmu anatomi dimulai pada abad ke-4 SM, saat Herophilos dan Erasistratus
mempertunjukkan pembedahan mayat di Iskandariyah di bawah bantuan dinasti Ptolemais.
Herophilos adalah orang yang pertama kali mengembangkan ilmu anatomi
berdasarkan struktur asli tubuh manusia.
Ilmuwan
yang cukup penting dalam masa anatomi kuno adalah Galen (abad ke-2 M). Ia
banyak mengumpulkan ilmu-ilmunya dari ilmuwan terdahulu dan banyak memahami
fungsi organ dengan melakukan pembedahan hidup-hidup pada hewan. Banyak koleksi
gambar anatominya berdasarkan anatomi anjing, dan
dianggap sebagai "Gray's Anatomy" pada dunia kuno selama
1500 tahun. Karya-karya aslinya banyak yang hilang, dan kebanyakan hanya
diketahui oleh dokter
pad masa renaisans.
Oleh karena larangan agama
untuk pembedahan manusia hidup-hidup, Galen menganggap struktur anatomi manusia
serupa dengan anatomi anjing.
a.
Zaman
Pertengahan Hingga Awal Anatomi Modern
Kemajuan kecil pada ilmu anatomi terjadi
setelah kejatuhan Kekaisaran Romawi. Ilmuwan Arab banyak memberi kemajuan bagi ilmu lainnya, tetapi tidak dengan ilmu
anatomi karena berbagai larangan dan tabu.
Setelah masa Galen, terjadi perkembangan anatomi
di Bologna pada abad ke-14 hingga abad ke-16. Para imuwan mempelajari lebih lanjut
hal-hal yang mereka bisa temukan pada mayat. Akhirnya,
mereka dapat memahami lebih baik lagi mengenai fungsi organ tubuh. Ahli anatomi
yang cukup berperan pada masa ini adalah Mondino de Liuzzi
dan Alessandro Achillini.
Pada abad ke-16, Vesalius
menerbitkan gambar-gambar anatominya dari hasil perjalanan Leuven hingga Padua dengan cara membedah korban eksekusi
gantung. Ia berhasil menunjukkan perbedaan besar mengenai gambaran anatomis
tubuh manusia dengan anjing (gambaran Galen).
Ilmuwan pada abad ke-16 dan 17, berhasil
memahami mengenai sistem sirkulasi, penemuan katup pada pembuluh balik,
aliran darah dari ventrikel jantung kiri ke kanan, dan vena hepatika yang diidentifikasi berbeda dengan sistem
sirkulasi lainnya. Begitu pula dengan penemuan sistem limfatik
b.
Anatomi Abad 17 Dan 18
Ilmu anatomi berjaya pada abad ke-17 dan
18. Dengan hadirnya perusahaan pencetakan, pertukaran
ide dan pendapat dapat dengan mudahnya dilakukan di seluruh Eropa. Sejak ilmu
anatomi berkonsentrasi pada penelitian dan penggambaran, ketenaran ahli anatomi
pasti sebanding dengan mutu kemampuan menggambarnya, daripada kemampuan bahasa Latin.
Banyak seniman ternama yang turut
mempelajari anatomi, melakukan pembedahan, dan menerbitkan gambarnya untuk
uang, dari Michaelangelo hingga Rembrandt. Untuk
pertama kalinya, universitas terkemuka membuka jurusan anatomi melalui
penggambaran. Namun, hambatan kadang kali datang dari kalangan gereja.
Walaupun masa ini adalah masa panen bagi
ilmuwan, namun dapat berbahaya, seperti yang dialami oleh Galileo Galilei. Beberapa ilmuwan takut untuk bergerak seperti Descartes. Walaupun
semua dokter setuju bahwa ilmu anatomi akan mendukung perkembangan ilmu
kedokteran, hanya ahli anatomi tertentu dan berijin saja yang boleh melakukan
pembedahan. Pembedahan biasanya didukung oleh dewan kota dan selalu mematok
pemungutan biaya. Banyak kota-kota di Eropa seperti Amsterdam, London, Kopenhagen, Padua, dan Paris memiliki ahli
anatomi kerajaan yang terikat dengan pemerintah setempat. Walaupun pembedahan
sangat sulit dilakukan, tetapi menghadiri pembedahan adalah hal yang legal. Hal
ini membuat banyak mahasiswa anatomi mengembara berkeliling Eropa.
Banyak masyarakat Eropa, yang tertarik
akan ilmu anatomi, menuntut ilmu ke Italia sebagai pusat
pendidikan ilmu anatomi. Hanya di Italia beberapa penelitian penting dilakukan
seperti pembedahan pada tubuh wanita.
Realdo Colombo dan Gabriele Falloppio
adalah murid dari Vesalius (ahli anatomi abad ke-16). Colombo, yang akhirnya
menjadi profesor di Roma, banyak melakukan perkembangan pada anatomi tulang, memperbaiki
fakta mengenai bentuk dan ruangan jantung, pembuluh
nadi paru-paru, aorta dan katup-katupnya, penggambaran baru tentang otak dan
pembuluhnya, pembetulan mengenai pemahaman bagian dalam telinga, dan
mengenai ruangan pada laring.
c.
Anatomi Abad Ke 19
Pada abad ke-19, banyak ilmuwan yang memberikan gambaran anatomi lebih mendalam
dibandingkan abad sebelumnya. Selain itu, dikembangkan pula ilmu mengenai anatomi mikro yaitu histologi pada
manusia dan hewan. Penelitian anatomi berkembang dimana-mana dengan Inggris sebagai
pusatnya.
Permintaan akan mayat semakin meningkat.
Untuk itu berbagai cara dilakukan, bahkan pembunuhan. Melihat perkembangan yang
tidak baik ini, parlemen Inggris mengeluarkan Undang-undang Anatomi 1832, yang
memberikan batas-batas hukum untuk penyediaan jenazah. Pembatasan ini membuat
dimulainya pengerjaan sebuah buku teks ilmu anatomi yang akhirnya terkenal, Gray's Anatomy.
2.
Anatomi Modern
Penelitian anatomi
pada ratusan tahun lalu banyak membantu perkembangan pemahaman pada ilmu-ilmu
baru seperti biologi molekuler. Berbagai perkembangan juga terjadi pada alat-alat
canggih untuk memahami tubuh manusia (terutama tubuh hidup), yakni melalui alat
MRI dan pemindaian CAT.
3.
Peraturan Anatomi Di Indonesia
Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah Tentang Bedah Mayat
Klinis dan Bedah Mayat Anatomis serta Transplantasi Alat dan atau Jaringan
Tubuh Manusia pada 1981.
Hal ini dilakukan untuk menjaga dan menghormati jenazah sebagai peninggalan
manusia.
Bedah mayat klinis
yang dimaksud adalah tindakan otopsi yang dilakukan untuk mengetahui sebab kematian pasien
atau dalam kasus kriminal, dan memperoleh pengetahuan yang dianggap perlu.
Bedah mayat anatomis adalah bedah mayat dalam rangka pendidikan.
B.
ANATOMI UMUM
1.
Definisi
Anatomi Umum
Istilah Anatomi
berasal sari kata Yunani purba Anatome yang berarti melihat, mengangkat
ke permukaan dengan cara mengiris dan menguraikan, yaitu melakukan
dissection dengan menggunakan alat scalpel, pincet dan gunting.
Jadi ilmu Anatomi
mempelajari struktur tubuh manusia lapis demi lapis dengan cara menguraikan dan
memotong bagian-bagiannya.
Ilmu Anatomi dibagi menjadi :
Ilmu Anatomi dibagi menjadi :
a.
Anatomi
descriptiva = Anatomi systematica, yang mempelajari morfologi dan lokalisasi
setiap organ, baik menurut fungsi maupun menurut regio.
b. Anatomi topografica, mempelajari suatu letak organ
terhadap organ lainnya.
c. Embryologi, mempelajari perubahan-perubahan
perkembangan dan pertumbuhan sel-sel mulai dari saat pembuahan sampai menjadi
manusia.
d.
Anatomi
comparativa, membandingkan struktur tubuh manuisa dengan hewan.
e.
Anthropologi
ragawi, membandingkan struktur tubuh antar manusia (etnis)
Nomenciatur
yang digunakan berbahasa latin, yang untuk pertama kali disepakati pada tahun
1895 di Basel, disebut Nomina Anatomica Baseli. Pada tahun 1935 disepakati
Nomina Anatomica Jenai dan pada tahun 1980 diterbitkan Nomina Anatomica baru,
yang merupakan “ A Revision by the International Anatomical Nomenclatur
Committee apporoved by the Elevent International Congress of Anatomists in
Mexico, 1980.
Sebagai dasar untuk menentukan tempat dan arah dipakai Sikap Anatomi, yaitu suatu Sikap yang berdiri tegak, kepala tegak, mata memandang lurus ke depan, kedua lengan tergantung bebas ke bawah dan berada disamping tubuh dengan telapak tangan membuka ke arah depan, dan kedua tungkai berdiri lurus serta sejajar dengan keduaa kaki sejajar ke depan.
Sebagai dasar untuk menentukan tempat dan arah dipakai Sikap Anatomi, yaitu suatu Sikap yang berdiri tegak, kepala tegak, mata memandang lurus ke depan, kedua lengan tergantung bebas ke bawah dan berada disamping tubuh dengan telapak tangan membuka ke arah depan, dan kedua tungkai berdiri lurus serta sejajar dengan keduaa kaki sejajar ke depan.
2.
Terminologi
Ada beberapa kata
Latin yang penting daan sering dipakai :
a.
Kata
sifat yang menyatakan bidang :
1)
Medianus,
bidang yang membagi tubuh menjadi 2 bagian kiri kanan yang simetris
2)
Paramedianus,
bidang yang berada disamping dan sejajar dengan bid.medianus.
3)
Sagitalis,
setiap bidang yang sejajar dengan bidang medianus
4)
Frontalis,
bidang yang tegak lurus pada bidang sagitalis, sejajar dengan permukaan perut.
5)
Transversalis,
bidang yang melintang tegak lurus pada arah memanjang tubuh.
b.
Kata
sifat yang menyatakan arah :
1)
Medialis
= lebih dekat pada garis tengah badan.
2)
Lateralis
= lebih jauh dari garis tengah badan
3)
Ventralis
= searah dengan vebter. Istilah ini sama dengan Anterior = searah dengan
anticus.
4)
Dorsalis
= serarah dengan dorsum. Istilah ini sama dengan Posterior = searah dengan
posticus.
5)
Cranialis
= searah dengan cranium.
6)
Caudalis
= searah dengan cauda
7)
Longitudinalis
= kearah ukuran panjang
8)
Proximalis
= lebih dekat ke pangkal
9)
Distalis
= lebih dekat ke ujung
10)
Volaris
= searah telapak tangan
11)
Plantaris
= searah telapak kaki
12)
Ulnaris
= kearah ulna
13)
Radialis
= kearah radius
14)
Rostralis
= kearah moncong
c.
Kata
benda yang menyatakan bangunan menonjol :
1)
Processus
= nama umum untuk tonjolan
2)
Spina
= tonjolan yang tajam
3)
Tuber
= benjolan bulat
4)
Tuberculum
= benjolan bulat yang kecil
5)
Crista
= tepi yang bergerigi
6)
Pecten
= bagian pinggir yang menonjol
7)
Condylus
= tonjolan bulat di ujung tulang
8)
Epicondylus
= benjolan pada condylus
9)
Cornu
= tanduk
10)
Linea
= garis
d.
Kata
benda yang menyatakan bangunan melengkung :
1)
Fossa
= nama umum
2)
Fossula
= fossa yang kecil
3)
Fovea
= lekuk yang agak rata
4)
Foveola = fovea yang kecil
5)
Sulcus
= alur
6)
Incisura
= takik
e.
Kata
benda yang menyatakan lubang, saluran, ruangan :
1)
Foramen
= lubang
2)
Fissura
= celah
3)
Apertura
= pintu
4)
Canalis = saluran
5)
Ductus = pembuluh
6)
Meatus = liang
7)
Cavum = rongga
8) Cellula = ruang kecil berisi udara
Pembagian regio adalah sebagai berikut :
a.
Regiones capitis
b.
Regiones facialis
c.
Regiones
cervicales
d.
Regiones
pectoralis
e.
Regiones
abdominales
f.
Regiones
dorsales
g.
Regiones
perinaelis
h.
Regiones
membri superioris
i.
Regiones
membri inferioris
C.
OSTEOLOGI UMUM
Tubuh manusia tersusun oleh seperangkat tulang yang
saling berhubungan membentuk persendian, dan dinamakan Skeletaon.
Adapun
fungsi tulang :
1.
Menegakkan dan memberi bentuk pada tubuh
2.
Melindungi
organ, seperti enchepalon, cor
3.
Sebagai
lat gerak pasif
4.
Memproduksi
sel darah
5.
Tempat
penyimpanan mineral, mis Ca, P.
Klasifikasi Tulang
1.
Morfologi
:
a.
Os
longum, yaitu tulang yang pada kedua ujungnya membentuk persendian mis. humerus
b.
Os
breve, yaitu tulang yang mengadakan persendiaan pada lebih dari dua
permukaannya, mis. Ossa carpalis, ossa tarsalis
c. Os planum, berbentuk pipih, mis. scapula
d. Os pneumaticum, yaitu tulang berongga yang berisi
udara, mis. os ethmoidale
e. Os sesamoidea, yaitu tulang yang terdapat di dalam
tendo, mis. patella
f.
Os
irregulare, yaitu tulang-tulang yang tidak bisa dikelompokkan pada no. 1 sd 5
2.
Histologi :
a.
Osseum
b.
Cartilago
3. Ontologi
:
a. Osteogenesis desmalis
b. Osteogenesis chondralis
4. Lokalisasi :
a. Skeleton appendiculare
b. Skeleton axiale
Struktur Tulang
Secara makroskop
terdiri dari (1) substantia compacta dan (2) substantia spongiosa.
Pada os Longum
substantia compacta berada di bagian tengah dan makin ke ujung tulang menjadi
semakin tipis. Pada ujung tulang terdapat substantia spongiosa, yang pada
pertumbuhan memanjang tulang membentuk cavitis medullaris. Lapisan
superficialis tulang disebut periosteum dan lapisan profunda disebut endosteum.
Bagain tengah os longum disebut corpus, ujung tulang berbentuk konveks atau
konkaf, membesar, membentuk persendiaan dengan tulang lainnya.
Dari aspek
pertumbuhan, bagian tengah tulang disebut diaphysis, ujung tulang disebut
epiphysis dibentuk oleh cartilago, dan bagian diantara keduanya disebut
metaphysis, tempat peartumbuhan memanjang dari tulang (peralihan antara
cartilago menjadi osseum).
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari uraian di atas,
penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
1.
Sejarah
anatomi sangat penting di dalam
mempelajari Anatomi.
2.
Tulang
terletak didalam jaringan-jaringan lunak dari tubuh.
3.
Tulang
mempunyai fungsi yang banyak dan sangat penting.
4.
Tulang
didalam tubuh suatu sistem rangka disebut “Sistem skeleti”
5.
Kita
dapat mengenal berbagai istilah yang ada dalam anatomi.
B.
Saran
Setelah kita mengetahui isi dalam makalah tersebut
di atas maka penulis dapat memberikan saran agar supaya kita dapat menjaga
fungsi tulang yang terdiri dari berbagai jaringan dan berhati-hati dalam
melakukan segala aktivitas yang menyangkut sitem anatomi yang ada dalam tubuh
kita.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar