Selasa, 24 Januari 2012

Makalah Sejarah Anatomi, Anatomi Umum dan Osteologi Umum


MAKALAH
SEJARAH ANATOMI, ANATOMI UMUM DAN
OSTEOLOGI UMUM

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Anatomi
Dosen Pengampu : XXXX XXXXX XXXXX
utp.jpg






                                           



Disusun oleh :
Nama : Luthfie Octa Dwi Imani
NIM   : D0209249




PENDIDIKAN OLAH RAGA DAN KESEHATAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN
SURAKARTA
2011


KATA PENGANTAR

Atas ridho Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penulis telah dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Sejarah Anatomi, Anatomi Umum, dan Esteologi Umum’’.
Dalam memperlancar penyusunan makalah ini, penulis telah banyak memperoleh bantuan, bimbingan dari beberapa pihak Untuk itu penulis perlu menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat :
1.      Bapak XXXX XXXX XX, selaku Dosen Pengajar Mata Kuliah Anatomi yang membimbing penyusunan ma kalah ini dengan benar.
2.      Pihak-pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu penulis sampai tersusunnya makalah ini dengan benar.
Penulis menyadari bahwa laporan ini banyak kekurangan dan kesalahan oleh karena itu demi sempurnanya, saran dan kritik sangat diharapkan.
Akhirnya penulis hanya bisa berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca pada umumnya.

Surakarta,20 Januari 2011
Penulis












ii
 


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................            i
KATA PENGANTAR..................................................................................           ii
DATAR ISI...................................................................................................          iii
BAB   I     PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.......................................................................           1
B.     Rumusan Maslah....................................................................           1
C.     Metode Penulisan..................................................................           2
BAB   II    PEMBAHASAN
A.    Sejarah Anatomi....................................................................           3
B.     Anatomi Umum.....................................................................           7
C.     Esteologi Umum....................................................................         10
BAB  III  PENUTUP
A.    Kesimpulan............................................................................         12
B.     Saran......................................................................................         12
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................         13





iii
 











BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Ilmu anatomi berjaya pada abad ke-17 dan 18. Dengan hadirnya perusahaan pencetakan, pertukaran ide dan pendapat dapat dengan mudahnya dilakukan di seluruh Eropa. Sejak ilmu anatomi berkonsentrasi pada penelitian dan penggambaran, ketenaran ahli anatomi pasti sebanding dengan mutu kemampuan menggambarnya, daripada kemampuan bahasa Latin.
Banyak seniman ternama yang turut mempelajari anatomi, melakukan pembedahan, dan menerbitkan gambarnya untuk uang, dari Michaelangelo hingga Rembrandt. Untuk pertama kalinya, universitas terkemuka membuka jurusan anatomi melalui penggambaran. Namun, hambatan kadang kali datang dari kalangan gereja.
Banyak masyarakat Eropa, yang tertarik akan ilmu anatomi, menuntut ilmu ke Italia sebagai pusat pendidikan ilmu anatomi. Hanya di Italia beberapa penelitian penting dilakukan seperti pembedahan pada tubuh wanita.
Penelitian anatomi pada ratusan tahun lalu banyak membantu perkembangan pemahaman pada ilmu-ilmu baru seperti biologi molekuler. Berbagai perkembangan juga terjadi pada alat-alat canggih untuk memahami tubuh manusia (terutama tubuh hidup), yakni melalui alat MRI dan pemindaian CAT.

B.     Perumusan Masalah
Dari latar belakang di atas maka dapat diambil perumusan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana sejarah perkembangan anatomi?
2.      Apa saja istilah-istilah anatomi secara umum?
3.      Apa yang dimaksud dengan osteologi umum?


C.    Metode Penulisan
Metode yang digunakan penulis dalam pembuatan makalah ini yaitu dengan cara mencari data yang ada di internet.




























BAB II
PEMBAHASAN

A.    SEJARAH ANATOMI
Sejarah anatomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari kronologi masalah anatomi mulai dari kejadian pemeriksaan kurban persembahan pada masa purba hingga analisa rumit akan bagian-bagian tubuh oleh para ilmuwan modern. Dalam perkembangannya, manusia kian memahami fungsi-fungsi dan struktur tubuh melalui ilmu anatomi. Metode pemeriksaan selalu berkembang, dari pemeriksaan tubuh hewan, pembedahan mayat, sampai ke teknik-teknik kompleks yang dikembangkan pada satu abad terakhir.
1.      Anatomi Kuno
Masa ini dimulai setidaknya pada permulaan tahun 1600 SM, saat dikeluarkannya papirus ilmu anatomi oleh ilmuwan peradaban Mesir kuno. Pada saat itu telah dapat dikenali beberapa organ dan pengetahuan dasar akan pembuluh darah.
Hippokrates adalah ilmuwan kedokteran Yunani kuno yang karyanya masih diakui hingga sekarang. Ia adalah seorang dokter pada akhir abad ke-6 SM atau awal abad ke-5 SM. Hippokrates telah dapat memahami ilmu dasar mengenai sistem rangka dan otot, dan awal pemahaman lebih dalam akan kerja organ seperti ginjal. Namun, banyak karya lainnya yang didasarkan pada spekulasi bukan pada penelitian keilmuan.
Pada abad ke-4 SM, Aristoteles memulai penelitian yang lebih baik mengenai sistem tubuh melalui pembedahan tubuh hewan. Ia berhasil membedakan pembuluh balik (vena) dengan pembuluh nadi (arteri) dan hubungan organ-organ yang lebih akurat.
Penggunaan tubuh mati manusia atau mayat untuk penelitian ilmu anatomi dimulai pada abad ke-4 SM, saat Herophilos dan Erasistratus mempertunjukkan pembedahan mayat di Iskandariyah di bawah bantuan dinasti Ptolemais. Herophilos adalah orang yang pertama kali mengembangkan ilmu anatomi berdasarkan struktur asli tubuh manusia.
Ilmuwan yang cukup penting dalam masa anatomi kuno adalah Galen (abad ke-2 M). Ia banyak mengumpulkan ilmu-ilmunya dari ilmuwan terdahulu dan banyak memahami fungsi organ dengan melakukan pembedahan hidup-hidup pada hewan. Banyak koleksi gambar anatominya berdasarkan anatomi anjing, dan dianggap sebagai "Gray's Anatomy" pada dunia kuno selama 1500 tahun. Karya-karya aslinya banyak yang hilang, dan kebanyakan hanya diketahui oleh dokter pad masa renaisans. Oleh karena larangan agama untuk pembedahan manusia hidup-hidup, Galen menganggap struktur anatomi manusia serupa dengan anatomi anjing.
a.      Zaman Pertengahan Hingga  Awal  Anatomi Modern
Kemajuan kecil pada ilmu anatomi terjadi setelah kejatuhan Kekaisaran Romawi. Ilmuwan Arab banyak memberi kemajuan bagi ilmu lainnya, tetapi tidak dengan ilmu anatomi karena berbagai larangan dan tabu.
Setelah masa Galen, terjadi perkembangan anatomi di Bologna pada abad ke-14 hingga abad ke-16. Para imuwan mempelajari lebih lanjut hal-hal yang mereka bisa temukan pada mayat. Akhirnya, mereka dapat memahami lebih baik lagi mengenai fungsi organ tubuh. Ahli anatomi yang cukup berperan pada masa ini adalah Mondino de Liuzzi dan Alessandro Achillini.
Pada abad ke-16, Vesalius menerbitkan gambar-gambar anatominya dari hasil perjalanan Leuven hingga Padua dengan cara membedah korban eksekusi gantung. Ia berhasil menunjukkan perbedaan besar mengenai gambaran anatomis tubuh manusia dengan anjing (gambaran Galen).
Ilmuwan pada abad ke-16 dan 17, berhasil memahami mengenai sistem sirkulasi, penemuan katup pada pembuluh balik, aliran darah dari ventrikel jantung kiri ke kanan, dan vena hepatika yang diidentifikasi berbeda dengan sistem sirkulasi lainnya. Begitu pula dengan penemuan sistem limfatik

b.      Anatomi Abad 17 Dan 18
Ilmu anatomi berjaya pada abad ke-17 dan 18. Dengan hadirnya perusahaan pencetakan, pertukaran ide dan pendapat dapat dengan mudahnya dilakukan di seluruh Eropa. Sejak ilmu anatomi berkonsentrasi pada penelitian dan penggambaran, ketenaran ahli anatomi pasti sebanding dengan mutu kemampuan menggambarnya, daripada kemampuan bahasa Latin.
Banyak seniman ternama yang turut mempelajari anatomi, melakukan pembedahan, dan menerbitkan gambarnya untuk uang, dari Michaelangelo hingga Rembrandt. Untuk pertama kalinya, universitas terkemuka membuka jurusan anatomi melalui penggambaran. Namun, hambatan kadang kali datang dari kalangan gereja.
Walaupun masa ini adalah masa panen bagi ilmuwan, namun dapat berbahaya, seperti yang dialami oleh Galileo Galilei. Beberapa ilmuwan takut untuk bergerak seperti Descartes. Walaupun semua dokter setuju bahwa ilmu anatomi akan mendukung perkembangan ilmu kedokteran, hanya ahli anatomi tertentu dan berijin saja yang boleh melakukan pembedahan. Pembedahan biasanya didukung oleh dewan kota dan selalu mematok pemungutan biaya. Banyak kota-kota di Eropa seperti Amsterdam, London, Kopenhagen, Padua, dan Paris memiliki ahli anatomi kerajaan yang terikat dengan pemerintah setempat. Walaupun pembedahan sangat sulit dilakukan, tetapi menghadiri pembedahan adalah hal yang legal. Hal ini membuat banyak mahasiswa anatomi mengembara berkeliling Eropa.
Banyak masyarakat Eropa, yang tertarik akan ilmu anatomi, menuntut ilmu ke Italia sebagai pusat pendidikan ilmu anatomi. Hanya di Italia beberapa penelitian penting dilakukan seperti pembedahan pada tubuh wanita.
Realdo Colombo dan Gabriele Falloppio adalah murid dari Vesalius (ahli anatomi abad ke-16). Colombo, yang akhirnya menjadi profesor di Roma, banyak melakukan perkembangan pada anatomi tulang, memperbaiki fakta mengenai bentuk dan ruangan jantung, pembuluh nadi paru-paru, aorta dan katup-katupnya, penggambaran baru tentang otak dan pembuluhnya, pembetulan mengenai pemahaman bagian dalam telinga, dan mengenai ruangan pada laring.
c.       Anatomi Abad Ke 19
Pada abad ke-19, banyak ilmuwan yang memberikan gambaran anatomi lebih mendalam dibandingkan abad sebelumnya. Selain itu, dikembangkan pula ilmu mengenai anatomi mikro yaitu histologi pada manusia dan hewan. Penelitian anatomi berkembang dimana-mana dengan Inggris sebagai pusatnya.
Permintaan akan mayat semakin meningkat. Untuk itu berbagai cara dilakukan, bahkan pembunuhan. Melihat perkembangan yang tidak baik ini, parlemen Inggris mengeluarkan Undang-undang Anatomi 1832, yang memberikan batas-batas hukum untuk penyediaan jenazah. Pembatasan ini membuat dimulainya pengerjaan sebuah buku teks ilmu anatomi yang akhirnya terkenal, Gray's Anatomy.
2.      Anatomi Modern
Penelitian anatomi pada ratusan tahun lalu banyak membantu perkembangan pemahaman pada ilmu-ilmu baru seperti biologi molekuler. Berbagai perkembangan juga terjadi pada alat-alat canggih untuk memahami tubuh manusia (terutama tubuh hidup), yakni melalui alat MRI dan pemindaian CAT.
3.      Peraturan Anatomi Di Indonesia
Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah Tentang Bedah Mayat Klinis dan Bedah Mayat Anatomis serta Transplantasi Alat dan atau Jaringan Tubuh Manusia pada 1981. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan menghormati jenazah sebagai peninggalan manusia.
Bedah mayat klinis yang dimaksud adalah tindakan otopsi yang dilakukan untuk mengetahui sebab kematian pasien atau dalam kasus kriminal, dan memperoleh pengetahuan yang dianggap perlu. Bedah mayat anatomis adalah bedah mayat dalam rangka pendidikan.
B.     ANATOMI UMUM
1.      Definisi Anatomi Umum
Istilah Anatomi berasal sari kata Yunani purba Anatome yang berarti melihat, mengangkat  ke permukaan  dengan cara mengiris dan menguraikan, yaitu melakukan dissection dengan menggunakan alat scalpel, pincet dan gunting.
Jadi ilmu Anatomi mempelajari struktur tubuh manusia lapis demi lapis dengan cara menguraikan dan memotong bagian-bagiannya.
Ilmu Anatomi dibagi menjadi :
a.       Anatomi descriptiva = Anatomi systematica, yang mempelajari morfologi dan lokalisasi setiap organ, baik menurut fungsi maupun menurut regio.
b.      Anatomi topografica, mempelajari suatu letak organ terhadap organ lainnya.
c.       Embryologi, mempelajari perubahan-perubahan perkembangan dan pertumbuhan sel-sel mulai dari saat pembuahan sampai menjadi manusia.
d.      Anatomi comparativa, membandingkan struktur tubuh manuisa dengan hewan.
e.       Anthropologi ragawi, membandingkan struktur tubuh antar manusia (etnis)
Nomenciatur  yang digunakan berbahasa latin, yang untuk pertama kali disepakati pada tahun 1895 di Basel, disebut Nomina Anatomica Baseli. Pada tahun 1935 disepakati Nomina Anatomica Jenai dan pada tahun 1980 diterbitkan Nomina Anatomica baru, yang merupakan “ A Revision by the International Anatomical Nomenclatur Committee apporoved by the Elevent International Congress of Anatomists in Mexico, 1980.
Sebagai dasar untuk menentukan tempat dan arah dipakai Sikap Anatomi, yaitu suatu Sikap yang berdiri tegak, kepala tegak, mata memandang lurus ke depan, kedua lengan tergantung bebas ke bawah dan berada disamping tubuh dengan telapak tangan membuka ke arah depan, dan kedua tungkai berdiri lurus serta sejajar dengan keduaa kaki sejajar ke depan.
2.      Terminologi
Ada beberapa kata Latin yang penting daan sering dipakai  :
a.       Kata sifat yang menyatakan bidang :
1)      Medianus, bidang yang membagi tubuh menjadi 2 bagian kiri kanan yang simetris
2)      Paramedianus, bidang yang berada disamping dan sejajar dengan bid.medianus.
3)      Sagitalis, setiap bidang yang sejajar dengan bidang medianus
4)      Frontalis, bidang yang tegak lurus pada bidang sagitalis, sejajar dengan permukaan perut.
5)      Transversalis, bidang yang melintang tegak lurus pada arah memanjang tubuh.
b.      Kata sifat yang menyatakan arah :
1)      Medialis = lebih dekat pada garis tengah badan.
2)      Lateralis = lebih jauh dari garis tengah badan
3)      Ventralis = searah dengan vebter. Istilah ini sama dengan Anterior = searah dengan anticus.
4)      Dorsalis = serarah dengan dorsum. Istilah ini sama dengan Posterior = searah dengan posticus.
5)      Cranialis = searah dengan cranium.
6)      Caudalis =  searah dengan cauda
7)      Longitudinalis =  kearah ukuran panjang
8)      Proximalis =  lebih dekat ke pangkal
9)      Distalis      =  lebih dekat ke ujung
10)  Volaris      =  searah telapak tangan
11)  Plantaris    =  searah telapak kaki
12)  Ulnaris      =  kearah ulna
13)  Radialis    =  kearah radius
14)  Rostralis   =  kearah moncong
c.       Kata benda yang menyatakan bangunan menonjol :
1)      Processus         =  nama umum untuk tonjolan
2)      Spina               =  tonjolan yang tajam
3)      Tuber               =  benjolan bulat
4)      Tuberculum     =  benjolan bulat yang kecil
5)      Crista               =  tepi yang bergerigi
6)      Pecten             =  bagian pinggir yang menonjol
7)      Condylus         =  tonjolan bulat di ujung tulang
8)      Epicondylus    =  benjolan pada condylus
9)      Cornu              =  tanduk
10)  Linea               =  garis
d.      Kata benda yang menyatakan bangunan melengkung :
1)      Fossa         = nama umum
2)      Fossula      =  fossa yang kecil
3)      Fovea        =  lekuk yang agak rata
4)      Foveola     =  fovea yang kecil
5)      Sulcus        =  alur
6)      Incisura     =  takik
e.       Kata benda yang menyatakan lubang, saluran, ruangan :
1)      Foramen    =  lubang
2)      Fissura       =  celah
3)      Apertura    =  pintu
4)      Canalis      =  saluran
5)      Ductus       =  pembuluh
6)      Meatus            =  liang
7)      Cavum       =  rongga
8)      Cellula       =  ruang kecil berisi udara
Pembagian regio adalah sebagai berikut :
a.       Regiones capitis
b.      Regiones facialis
c.       Regiones cervicales
d.      Regiones pectoralis
e.       Regiones abdominales
f.       Regiones dorsales
g.      Regiones perinaelis
h.      Regiones membri superioris
i.        Regiones membri inferioris

C.    OSTEOLOGI UMUM
Tubuh manusia tersusun oleh seperangkat tulang yang saling berhubungan membentuk persendian, dan dinamakan Skeletaon.
Adapun fungsi tulang :
1.      Menegakkan dan memberi bentuk pada tubuh
2.      Melindungi organ, seperti enchepalon, cor
3.      Sebagai lat gerak pasif
4.      Memproduksi sel darah
5.      Tempat penyimpanan mineral, mis Ca, P.

Klasifikasi Tulang
1.      Morfologi :
a.       Os longum, yaitu tulang yang pada kedua ujungnya membentuk persendian mis. humerus
b.      Os breve, yaitu tulang yang mengadakan persendiaan pada lebih dari dua permukaannya, mis. Ossa carpalis, ossa tarsalis
c.       Os planum, berbentuk pipih, mis. scapula
d.      Os pneumaticum, yaitu tulang berongga yang berisi udara, mis. os ethmoidale
e.       Os sesamoidea, yaitu tulang yang terdapat di dalam tendo, mis. patella
f.       Os irregulare, yaitu tulang-tulang yang tidak bisa dikelompokkan pada no. 1 sd 5


2.      Histologi :
a.       Osseum
b.      Cartilago
3.      Ontologi :
a.       Osteogenesis desmalis
b.      Osteogenesis chondralis
4.      Lokalisasi :
a.       Skeleton appendiculare
b.      Skeleton axiale

Struktur Tulang
Secara makroskop terdiri dari (1) substantia compacta dan (2) substantia spongiosa.
Pada os Longum substantia compacta berada di bagian tengah dan makin ke ujung tulang menjadi semakin tipis. Pada ujung tulang terdapat substantia spongiosa, yang pada pertumbuhan memanjang tulang membentuk cavitis medullaris. Lapisan superficialis tulang disebut periosteum dan lapisan profunda disebut endosteum. Bagain tengah os longum disebut corpus, ujung tulang berbentuk konveks atau konkaf, membesar, membentuk persendiaan dengan tulang lainnya.
Dari aspek pertumbuhan, bagian tengah tulang disebut diaphysis, ujung tulang disebut epiphysis dibentuk oleh cartilago, dan bagian diantara keduanya disebut metaphysis, tempat peartumbuhan memanjang dari tulang (peralihan antara cartilago menjadi osseum).







BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari uraian di atas, penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
1.      Sejarah anatomi sangat penting di dalam mempelajari Anatomi.
2.      Tulang terletak didalam jaringan-jaringan lunak dari tubuh.
3.      Tulang mempunyai fungsi yang banyak dan sangat penting.
4.      Tulang didalam tubuh suatu sistem rangka disebut “Sistem skeleti”
5.      Kita dapat mengenal berbagai istilah yang ada dalam anatomi.

B.     Saran
Setelah kita mengetahui isi dalam makalah tersebut di atas maka penulis dapat memberikan saran agar supaya kita dapat menjaga fungsi tulang yang terdiri dari berbagai jaringan dan berhati-hati dalam melakukan segala aktivitas yang menyangkut sitem anatomi yang ada dalam tubuh kita.













DAFTAR PUSTAKA

























Tidak ada komentar:

Posting Komentar